UNEXPECTED JOURNEY : KE TINABO GRATIS MODAL BAHASA INGGRIS



"kalau begini ceritanya mungkin kita bisa habis di ongkos" kataku disela-sela diskusi dengan para bule yang tidak sengaja ku temui di Takabonerate Dive Center. Malam sudah larut di Selayar, peristirahatanpun masih belum jelas akan saya habiskan dimana.

Saya tiba jam 8 malam di pelabuhan Pamatata, Selayar dan masih harus berkendaraaan kurang lebih 45 menit untuk sampai ke Ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar : Benteng. Harus extra sabar dengan perjalanan kali kedua ini, bagaimana tidak pagi ini saya salah dapat info kapal, lalu menunggu di pelabuhan bira selama 4 jam, dan akhirnya naik kapal ke dua tujuan Selayar, dengan cuaca yang tidak bersahabat karena Hujan yang tentu saja mempengaruhi perjalanan ini, 4 jam dikapal tujuan Bira-Pamatata terlalu lama ! sesekali untuk membunuh rasa bosan saya berlari ke anjungan, melihat lampu-lampu dari Selayar yang masih samar dalam kejauhan.

Kali ini perjalan ke Selayar saya fokuskan pada penelitian skripsi, tapi tetap saja tengok kanan kiri foto sana sini tidak apa-apa dong yah dan sama seperti sebelumnya saya juga kali ini di temani dengan travelmate saya, Kak Berry. Kak Berry adalah orang yang saya kenal dan saya percaya untuk urusan jalan-jalan. selama dua tahun terakhir Kak Berry sangat tidak percaya jika saya bisa (sedikit) berbahasa inggris. Tiap ada bule, Kak Berry selalu menyikut sikuku disusul alisnya.

Kami beranjak turun ke tempat parkir saat pluit panjang dan tali kapal telah di kaitkan dengan aman. Perlahan, pintu yang terbuat dari baja itu terbuka, satu-persatu kendaraan akhirnya menginjak daratan. disela-sela anak tangga, kak Berry menyikutku seperti biasa. ada Bule rupanya, karena jarak kami yang dekat saya memberanikan diri menyapa  "Hello" kataku yang disusul senyum ramah bule itu "is this Selaya ?" tanyanya yang ku balas "yes. wellcome to Selayar" kami bercakap-cakap panjang lebar, mereka ternyata sepasang kekasih dari Switzerland dan Jerman. karena meraka kasihan, mereka pendatang, ini sudah malam dan mereka tidak tahu apapun tentang Selayar membuat saya menawarkan diri untuk membantu sebagai penunjuk arah selama di Selayar.

Rezeki tidak kemana memang. pertemuanku dengan Robin dan Dana pasangan dari Switzerland dan Jerman ini yang menjadi awal keberuntunganku di mulai.

Setelah menikmati makan malam di wisata kulliner Selayar, saya dan Berry mengantar Robin dan Dana bertemu kenalan mereka di Takabonerate Dive Center. Sementara mereka berdiskusi keberangkatan mereka ke Takabonerate dan mengecek perlengkapan diving dan snorkel saya dan Berry buru-buru ke TPI Benteng, Selayar untuk mencari kapal tujuan Rajuni, Takabonerate. hasilnya mengecewakan, kapal baru saja berangkat 1 malam yang lalu. saya lalu memastikan jadwal keberangkatan ke Rajuni denga bertemu kepala desa Rajuni, nihil. "Tidak ada kapal sampai hari rabu" kata bapak kepala desa. Rabu nanti berarti 4 hari dari hari ini. Wah, duit bisa amsyong nih kalau kelamaan di Benteng...

kami lalu pulang mencari penginapan, ternyata Robin dan teman-temannya masih di luar. tanpa basa-basi saya singgah dan bertanya bagaimana progress keberangkatan mereka ke Takabonerate besok.
"We will leaving tomorrow at 8 in the morning. we need to go to Patumbukan Port then wait for the capitan." kata Kike yang berasal dari Catalonia yang sepertinya leader mereka
"great !" kataku, sdisusul basa-basi tentang pembatalan keberangkatanku karena tidak adanya kapal penumpang.
"you should come join us ! we rent a boat. we can take you to Rajuni then we will go to Tinabo" kata kike lagi, yang di sambut anggukan setuju istrinya Stella "You cant saay no ! come on ! tell me something ! tell me, is there any problem ?"
 setelah kalkulasi panjang dengan Berry, "we will Join you guys toworrow !" saya lalu membahas biaya transprortasi saya bersama mereka untuk menumpang kapal ke Rajuni

pukul 3 kami bertemu di meeting point pukul 5 sore kami tiba di pelabuhan Patumbukan yang terletak di Ujung selatar Selayar dan berangkat tepat jam 6 sore.




 Taman Nasional Takabonerate is one of the most popular place to come here at South Sulawesi and there is a lot of good reason of why ! Takabonerate adalah salah satu tempat yang populer untuk wisata bahari dan rekomended untuk di datangi di Sulawesi selatan. Takabonerate juga merupakan kawasan dengan atol terbesar ketiga setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa.





kami tiba di pulau rajuni pukul 22.00 WITA, setelah berbincang bincang sedikit rombongan yang terdiri dari 6 orang (diluar saya dan Berry) sepakat beristirahat di pulau rajuni dan melanjutkan ke pulau Tinabo perjalan besok pagi.
long story short, Petugas Jagawana  pulau Rajuni, Kak Andi yang juga adalah guide diving dan snorkling di Takabonerate memaksa saya dan Kak Berry ikut ke tinabo "Bantu saya jadi tour guide, saya kurang fasih berbahasa inggris kalau pakai bahasa isyarat takutnya kenapa-kenapa" katanya
Akhirnya ! setelah selama ini hanya menikmatinya lewat internet dan sosial media, akhirnya salah satu tempat yang saya idam-idamkan dan masuk dalam bucket listku kini TERCEKLIS ! Wohooo
sambil menyelam minum air sepertinya cocok dengan ceritaku ini. Pulau Tinabo yang menjadi ikon Taman Nasional Takabonerate telah saya datangi ! Satu lagi cerita untuk adik dirumah resmi ku bungkus.



 Where To Stay and Eat





 
Selama di Pulau Tinabo, teman bisa menginap di sebuah pondok kayu yang terdiri dari 3 kamar . Pondok ber-AC yang nyaman dengan pemandangan Baby shark. Listrik hanya bisa digunakan mulai jam 18.00 - 00.00
price : 250/night
price : 150/day (tiket masuk kawasan TNTBR)







  jangan berekspektasi dengan seorang chef yang dengan sigap menyiapkan western food mulai jam 16.00 dan menyajikannya tepat jam 18.00 saat ada di pulau Tinabo. walau terkesan sederhana, kantin ini sangat nyaman apalagi di malam hari. saya sarankan teman membawa makanan dan air mineral sebanyak mungkin !

How to Get Here

Untuk mencapai Tinabo ada 2 cara, yang pertama menggunakan kapal penumpang dari TPI Benteng dengan waktu tempuh 9 hingga sepuluh jam ke pulau Rajuni dan menyewa kapal warga ke pulau Tinabo atau kapal khusus yang dapat di carter di Pelabuhan Patumbukan dengan waktu tempuh 4 jam, tergantung cuaca. jika teman beruntung, perjalanan teman akan menyenangkan karena teman akan melihat banyak lumba-lumba

Price : Kapal Penumpang Benteng - Rajuni : 50k
           Kapal carter Patumbukan - Takabonerate 4d 3N : 5jt

Dive and Snorkel Equipment







tentu saja diving dan snorkling adalah hal yang wajib teman coba selama di Takabonerate. siap-siap saja merasa takjub dengan dunia bawah lautnya yang begitu kaya. teman bisa menyewa perlengkapan diving dan snorkling di Takabonerate Dive Center. Guide teman adalah para anggota Jagawana yang sudah profesional dan berlicense jadi teman no need to worry. Untuk teman yang yang belum lancar diving bisa intro dive juga kok

Price : Snorkling Guide : 100k/day + 15k/day snorkling ticket
            Diving Guide : 200k/day  + 10k/day Diving ticket

What You Can Do
















Selama di Takabonerate, teman bisa berjalan mengelilingi Pulau tinabo. berjalankaki merasakan lembutnya pasir putih atau menikmati bungin tinabo, feed the baby shark.
Untuk diving dan snorkling, teman bisa mengunjungi Pulau Latondu  karena airnya yang sangat jernih dan merupakan perbatasan antara kedalaman dangkal dan wall yang dipenuhi hardcoral dan softcoral. Pulau Tarupa dan Pulau Jinato. Pulau Tinabo juga cocok untuk snorkling, teman bisa melihat kima terbesar di Takabonerate disini juga menikmati soft coral.

 What you need to know

  1. Musim kunjungan terbaik ke Taka Bonerate adalah bulan April – Juni dan bulan Oktober – Desember. kunjungan pertama saya bulan September 2015 dan lumayan mendebarkan karena musim hujan yang berefek pada tingginya ombak. kali kedua berkunjung bulan Agustus, ini juga mendebarkan karena musim Je'ne Kebo.
  2. No Signal ! say bye-bye to Social Media !
  3. Jangan menyentuh Baby Shark ! 
  4. Jika teman adalah backpacker (tidak mengikuti agen tour dan travel), teman harus melapor dulu di Kantor pusat TNTBR di Benteng, Selayar

thank you !

Comments

Popular posts from this blog